Selasa, 08 Agustus 2017

BFU?? What is that??



بِسْمِ اللهِ ، الحَمْدُ للهِ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ


Apa kabar nih sobat GenQiers? Semoga selalu dalam lindungan الله jalla wa’ala. آمين . eh Sekarang bulan apa sih sob dalam kalender masehi? Bulan Agustus ya. Nah kalau dalam kalender hijriyah? Aaah bulan Dzulqo’dah ya, yang artinya bentar lagi hari raya idul adha. Eits tapi sekarang bukan mau bahas apa itu idul adha ya.. hehe

Tapi mau bahas bulan Agustus. Ada apa dengan bulan Agustus? Ada hari Kemerdekaan RI? No no no, not that. Emm terus apaan dong? Kasih tau sih..! haha anda penasaran? Saya juga. hehe

Okay-okay thats enough for the joke. Jadi gini nih sobat GenQiers, pada bulan Agustus ini biasanya ada program kerja UKM BAQI UPI yang tema nya semacam pengabdian pada masyarakat gitu. Nama programnya BFU. Apaan tuh? Bukan Badan Fusaha Umum ya. Tapi singkatan dari BAQI For Ummah. Tuh judulnya aja udah jelas kan? BAQI untuk masyarakat. Kurang lebih begitu terjemah bebasnya. Nah for your information nih sob, BFU ini udah ada dari tahun 2013 lalu. Tahun ini berarti tahun ke-5 ya? Wow it’s amazing you know? Jarang-jarang UKM keislaman punya program kece gini dan bertahan selama itu. Eh ini bukan sombong ya sob, tapi tanda rasa syukur. الحمد لله


Buat kamu-kamu-kamu yang masih bingung BFU ini ngapain aja, bisa cek berita pelaksanaan BFU tahun-tahun sebelumnya pada link ini :
untuk news Kampung Quran
untuk news Penataran

Sudah dicek belum link nya?? Alhamdulillah kalau sudah. Nah berikut ini ada testimoni atau curhatan atau kesan-pesan dari para pendahulu, eh senior dan alumni BAQI, katika ditanya : “BFU teh acara apa ya? Penting gitu? Minta pandangannya tentang BFU atau boleh share pengalaman terbaik ttg BFU yaa...” cek list out sob !

  • Dari hamba Allah
BFU itu adalah ajang up-greading untuk kami para pengurus BAQI yang mungkin sehari-harinya sudah disibukkan dengan bimbingan Syuhada. You know SyuHAda? Syabtu aHad hArus aDa. Eits ini bukan alay-alayan yah, tapi sebuah anekdot pemicu semangat kami. Hehe. Setelah berlelah Lillah dengan Syuhada, it’s time to out of range. Apa sih? Haha Jadi kan BFU ini memilih tempat/daerah perkampungan di luar kota Bandung. Eh ya selama ini gitu sih. Dulu pertama kali diadakan di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sekarang katanya mau di Lembang ya, dekat Maribaya? Nah itu juga Kab. Bandung Barat kan? Iya da apatuh kota mah udah sesak sama manusia kampungnya juga nggak se-asri doeloe ya hehe. Jadi disitulah ajang up-greading nya sob. Tapi insyaa Allah up-greading ala-ala BAQI mah berfaidah kok. Banyak ilmu dan pengalaman yang di dapatkan saat BFU. Pertama kali dekat dengan sahabat terbaik juga bermula dari BFU. Semakin erat dan lekat. Hihi.

  • Dari teh Anisha

Rame lah pokonya ikut bfu, bisa semakin memperat ukhuwah sesama anggota baqi, lebih akrab lebih dekat, terasa kekeluargaannya dan lebih merasa memiliki baqi. saya pribadi pertama punya perhatian lebih ke baqi semenjak ikut bfunya

  • Dari kang Adit

Moment dimana bisa belajar dan mengajarkan Al Quran bersama BAQI kepada  masyarakat. karena Hidup Sekali Berarti Lalu Mati.

kalo gak BFU kapan lagi ?

#PantangPulangSebelumGanteng

  • Dari kang Fikri

Pengalaman terbaik adalah ketika berkumpul dengan orang-orang Soleh untuk mengajarkan Al-Quran.

  • Dari kang Fariz

Pentingnya BFU itu, Tergantung kamu menganggapnya apa. Kalau kamu menganggapnya sebatas tanggungjwb, sebatas itulah kepentingannya. Jika lebih dr itu, maka sepenting itupula ia.


  • Dari Bang Fadlul

Sedikit pandangan terkait BFU dari saya, di BAQI itu adalah kumpulan orang-orang yang punya visi memperbaiki peradaban lewat pembelajaran dan pengajaran alquran. Karena hampir semua kegiatannya berkaitan dengan kitab suci tersebut. Nah, lalu kontribusi BAQI di kampus untuk memperbaiki episode akhir zaman ini apa? Dan kontribusi BAQI untuk mensyiarkan alquran di kalangan masyarakat luar kampus itu apa? Ya, BFU lah jawabannya... Sehingga dakwah bukan cuma di kampus, karena keadaan masyarakat mengajarkan lebih real tentang metode dakwah apa yang harusnya kita gunakan. Meski faktanya kegiatan BFU tetap diperuntukan bukan hanya untuk masyarakat luar kampus. Melainkan masyarakat kampus juga.
BFU ini jadi hajat-nya BAQI... Hajat buat berbagi pengamalan... Bukan hanya sebatas berbagi pengalaman. Makanya dia (BFU) diakan setahun sekali (harapannya biar bisa meriah dari acara-acara BAQI sebelumnya). Di kegiatan ini kita harus sadar dan mengerti bahwa BAQI bukan hanya *Aku, Kamu, dan Dia* tapi *KITA* maka jangan pernah berpikir, *"Apa yang sudah saya dapatkan di BAQI???...."* tapi berpikirlah *"DiKesempatan BAQI yang mana ya saya bisa memberikan kontribusi?....."* Mungkin itu sdikit penjelasan dari saya... maafkan manakala bahasanya sulit dimengerti....
Nah itu tadi sekilas mungkin tentang testimoni nya. well memang selama ini entah diriku aja sih yang merasa. persiapan menuju hari-H BFU itu selalu awesome banget. dag-dig-dug greget, gelisah, kayak nunggu jawaban si Dia *apasih*
yang pasti intinya, kami disini punya cita-cita yang gak sederhana. yaitu membumikan Alquran di Kampus UPI juga masyarakatnya. 

Mohon do'anya ya, oh iya bagi yang mau berinfaq untuk tabungan akhiratnya juga bisa sekalian, berikut informasinya bisa cek di gambar ya..
بارك الله فيكم


UKM BAQI, QI QI QI???
GENERASI QURANI, ALLAHUAKBAR !!!
Read more

Senin, 07 Agustus 2017

Serial Aku dan BAQI (Part 2)



AKU DAN BAQI
Prolog
______
Belajar Alquran Intensif (BAQI) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Beberapa bulan sebelum aku berkuliah di tempat ini aku sudah sempat mendengar namanya lewat jarkom kegiatan UKM tersebut dari seorang kakak tingkatku di sana, Kak Diana. Memasuki dunia perkuliahan, UKM yang menjadi incaran dan pastinya akan aku ikuti tentunya adalah Lembaga Dakwah Kampus Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa (LDK UKDM). Mengapa? Ya, karena aku berasal dari rohani Islam sewaktu SMA. BAQI itu UKM yang sama sekali tak pernah aku impikan dan dambakan sebelumnya. Padahal aku ini tipe orang yang lebih menyukai hal-hal yang menjadi targetanku terlebih dahulu sebelumnya. Namun entah mengapa, kini BAQI menjadi naunganku dalam mempelajari Alquran.
***
 Awal Perkenalan
______________
Hal unik yang ada di kampus UPI ini adalah bahwa setiap mahasiswanya itu harus bisa membaca Alquran. Khususnya bagi mereka yang mengontrak mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) diwajibkan untuk mengikuti tes baca Alquran dari BAQI. Ada berbagai kriteria dalam pengetesan ini dan jika tidak lulus maka harus mengikuti bimbingan baca Alquran yang diselenggarakan juga oleh BAQI.
Sebenarnya, aku bukanlah orang yang buta akan tahsin. Sejak SMA aku sudah berkenalan dengan makhluk yang bernama tahsin ini. Baik itu di sekolah bersama Pak Agus dan teman-teman di Ikatan Siswa-siswi Masjid Al-Mudarrisin (ISSMA) maupun bersama teman-teman di remaja masjid melalui kegiatan ta’limnya serta beberapa kegiatan mentoring. Sekitar tiga tahun aku mempelajari tahsin secara sedikit demi sedikit dari satu orang ke orang lainnya. 
Namun, tatkala seorang kakak kelasku di SMA yang kini satu kampusku menceritakan pengalamannya melalui tes baca Quran tersebut, seketika kekhawatiranku pun menjadi-jadi. 
“Susah banget buat lulusnya. Pokoknya harus diayun-ayun gitu.”  Ujar beliau. 
Dalam hati dengan pedenya aku percaya bahwa aku pasti bisa. Wajar kakak kelasku tersebut belum bisa lulus karena belum pernah belajar sebelumnya. Namun tidak denganku, karena aku telah terlebih dahulu belajar selama tiga tahun sehingga tidak mungkin jika tidak lulus. Tambah beliau pula, 
“Teteh juga udah bimbingan beberapa kali, terus tes, bimbingan lagi, tes lagi dan hasilnya maksimal TT. Susah banget buat dapet TM.”  

Wah, perasaan khwatir pun muncul setelah kakak kelasku mengucapkan hal tersebut. Terlebih kami sering satu angkot saat akan berangkat ke kampus sehingga perjalanan yang cukup panjang dan lama itu kami habiskan untuk membicarakan hal itu lagi.
Suatu hari di Masjid Al-Furqan UPI. Ku lihat papan pengumuman di lantai satu yang bertuliskan “DIKLAT TESTER @LANTAI 3” Tertanda UKM BAQI UPI. Maka, kala itu aku yang sedang penasaran dengan kemampuan membaca Alquran ku pun segera menyambangi lokasi tersebut. Dengan polosnya ku langkahkan kaki menuju lantai tiga masjid kampus yang cukup besar ini. Semakin dekat dan dekat, hatiku pun semakin dag-dig-dug. Bismillah, aku pun memberanikan diri mendekati hijab berwarna hijau tersebut. Tak ku sangka, kedatanganku disambut baik oleh teteh-teteh yang berada di sana. Lalu, ku jelaskan maksud kedatanganku ke tempat tersebut. 
 Teh, maaf di sini bisa belajar tahsin? Ini buat umum?” tanyaku, karena jujur saja aku kira saat itu sedang belajar tahsin, namun ternyata, 
“oh, maaf bukan. Ini diklat tester. Buat pengurus aja.” Jawab salah seorang teteh. 
Aku pun kecewa. Ternyata kegiatan tersebut adalah persiapan bagi mereka yang akan mengetes kemampuan membaca Alquran mahasiswa baru yang mengontrak mata kuliah PAI. Agar kedatanganku di tempat tersebut tidak sia-sia, maka aku pun memberanikan diri kembali untuk meminta teteh tersebut untuk mengetes kemampuan membaca Alquran ku. Setelah beberapa ayat ku baca, ternyata hasilnya TD. Bisa saja TT namun sedikit lagi. Seketika aku pun terkejut dan merasakan kekecewaan. Pikirku, aku telah belajar tahsin selama tiga tahun, lalu apa efek atau hasilnya?
Setelah itu, aku pun berkenalan dengan teteh tersebut. Nama beliau akrab disapa Mba Yus dan Teh Fina yang ternyata kakak kelasku di Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI). Kemudian, Teh Fina pun mengajakku untuk bergabung dengan BAQI. Lalu, jawabanku apa? Hanya senyum-senyum saja. Itu pun senyum yang tidak menjanjikan dan tidak ada harapan. Ya, lagi-lagi karena BAQI bukan organisasi yang aku impikan.
***
Sebuah Keputusan
_________________
Akhirnya, aku putuskan juga untuk mendaftarkan diri di UKM BAQI UPI. Dan tahukah kamu? Saat interview tiba. Aku diwawancarai oleh Teh Eca. Pertanyaan umum yang beliau tanyakan,  
“Apa motivasi untuk ikut BAQI?” 
Aku jawab, “Karena ingin lulus tes BAQI.” Ya, itulah motivasi awalku untuk memasuki UKM tersebut. Dan alhamdulillah, motivasi itu pun tercapai. Saat tes baca Quran, alhamdulillah hasilnya TM. Aku pun sempat tak percaya, namun aku yakin ini karena usaha yang telah aku tempuh pula. Setelah aku mendaftarkan diri di BAQI, lalu aku pun mengikuti Pembinaan Mahasiswa Qurani (PMQ) 3 di Cikole. Dan tak lupa, seminggu sebelum pengetesan dengan penuh semangat dan antusias aku pun melakukan ritual yang takkan pernah terlupa, yakni talaqqi. Yakni menyimakkan bacaan Alquran kepada yang lebih berilmu agar dikoreksi atau diperbaiki. Baik itu kepada teman sekelasku yang ikut BAQI juga yakni Teh Ica, maupun teteh-teteh pengurus BAQI seperti Teh Dini, Teh Eca, dan teteh lainnya. Sehingga saat pengetesan pun aku tidak merasakan gugup sama sekali, semua terasa seperti talaqqi biasa saja. Alhamdulillah.
*** 

Read more

🔸🔶 OPEN RECRUITMENT CALON GENERASI QURANI-31 🔶🔸

Bismillah🍃

Apa kabar tilawahmu sahabat?

Sudah Mahirkah? Atau masih mau belajar baca Al-Quran bareng UKM BAQI?

Yapss, bagi kamu yang masih mau belajar baca Al-Quran yuk ikut UKM BAQI! 😊😁

😆Nih, ada percakapan Baba dan Qiqi tentang BAQI😉

Baba: "Kak, UKM BAQI itu apa? Nampankah?

Qiqi: "Bukan Baba, UKM BAQI Itu singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Belajar Al-Qur'an Intensif😊"

Baba: "Apa yang gak bisa baca Al-Quran sama sekali bisa ikut kak?"

Qiqi: "Tentu bisa dong, karena di UKM BAQI kita bisa sama-sama belajar😊"

Baba: "UKM BAQI itu cuma belajar baca Al-Quran aja ya, kak?"

Qiqi: "Eits, enggak cuma itu dong. Selain belajar baca Al-Quran, di BAQI banyak agendanya juga, mau tahu?"

Baba: "Wah apa aja tuh kak Qiqi?

Qiqi: "Ada agenda belajar tahsin, bahasa Arab, tafsir, daaannn makin penasarankan? 😁

😉Makannya join bareng kami di UKM BAQI😁


Baba: "Cara daftarnya gimana kak ?"

Qiqi: "Gampang kok,
(bisa melalui http://tinyurl.com/opreccagenq31
atau via SMS/WA dengan format  Nama_NIM_Prodi_No.Kontak
Kirim ke
085794959509 (Ikhwan)
085793974266 (Akhwat)

Baba: "Wah kak gampang yah, kalo gitu aku mau join bareng UKM BAQI, eh tapi timeline pendaftarannya kapan kak?

Qiqi: "Pendaftarannya dari tanggal 1 Agustus-9 September 2017. Barakallah Baba, selamat belajar dan berjuang di UKM BAQI🍃"

======================
#OprecCaGenQ31
#UKMBAQI
#GENERASIQURANI Allahuakbar!
======================
🍃UKM BAQI🍃
Website : baqi.or.id
E-mail : ukmbaqiupi@gmail.com
Line@ : @mrs9248u
Facebook : facebook.com/ukmbaqiupi
Twitter : twitter.com/baqiupi
Instagram: instagram.com/baqiupi


Read more

Minggu, 30 April 2017

Serial Hujan (I Love the Smell of Rain)


Hujan, selalu jadi waktu terbaik. Bukan hanya mengenang yang pernah terjadi. Tapi juga mendoakan yang telah lalu dan yang akan datang.
dan DIA, selalu jadi tempat terbaik mengadukan semua keluh dan kesah dalam hidup, termasuk di waktu hujan.

adakah yang lebih tabah dari tanah basah yang terjatuhi hujan?
adakah yang lebih deras dari rintik air langit yang tertahan lalu menggenang?
siapakah yang tak pernah tidak memaki hujan namun tetap menerjangnya meski tahu akan basah?
siapakah yang pernah mencium aroma hujan lalu tidak tergoda untuk terus menyesapnya?
adakah yang pernah berpayungkan daun pisang saat hujan lalu tetap tidak bahagia meski basah?

ceritakan kepadaku, kisah hujan yang selalu menjelma kenangan setiap kali menyentuh rintiknya.
ceritakan kepadaku, beku kenangan yang dibawa hujan itu setiap kali menyebutkan ketabahannya.
kabarkan kepadaku, kuyup beku wajah itu saat basah oleh hujan setiap kali akan menemuiku
kabarkan kepadaku, perjalanan paling panjang saat terjebak hujan setiap kali pulang menujuku
Read more

Serial Aku dan BAQI (Part 1)



BAQI, TERNYATA ENGKAULAH PELABUHAN ITU ^_^



Bismillahirrahmanirrahiim
Laa haulaa wala quwwata illa billah
Alhamdulillahirabbil’alamin. Wa shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah. Wa ‘alaa aalihii waman waalah.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kehidupan yang tak terhitung jumlahnya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in, para tabi’ut tabi’in, dan kepada umatnya.
Alhamdulillah...
Tak terasa mata ini dijadikan mudah dalam memandang keindahan, tak terasa telinga ini dijadikan mudah dalam mendengar keindahan, tak terasa mulut ini dijadikan mudah dalam berbicara tentang keindahan. Tak terasa pula dimudahkan untuk memegang, melihat, mendengar, dan membaca keindahan Al-Quran, yakni surat cinta yang Allah berikan kepada umat manusia.
Alhamdulillah, Allah takdirkan diri ini berada dalam suatu unit kegiatan mahasiswa di kampus bumi siliwangi yang bergelut dalam bidang ke-Al-Quran-an. Namanya yaitu BAQI alias Belajar Al-Quran Intensif. InsyaAllah pada kesempatan kali ini aku akan bercerita tentang sepenggal pengalamanku bersama BAQI.
BAQI??? Ada apa dengan BAQI? Hal apa yang membuat spesial dari BAQI? Apakah ada sesuatu yang terjadi antara aku dan BAQI? Hmmm.... Alhamdulillah, mungkin butuh 1000 lembar jika harus menceritakan semua kebersamaanku dengan BAQI (hoho, maaf berlebihan). Ku persingkat mungkin cerita ini, semoga semua pembaca dapat mengambil hikmah dari tulisan ini dan semoga Allah meridhoi kita semua. Aamiin.
Cerita aku dan BAQI akan terangkum dalam kata “PELABUHAN”. Mengapa demikian? Udah lanjutin baca aja, gak pake tapi hehe... Nah, setiap suku kata dari kata “PELABUHAN” mempunyai singkatan tersendiri yakni:  
PE         = PErtama
LA         = LApang yang luas bagi sebaik-baik manusia
BU         = BUah dari kesabaran
HAN      = Semua ini HANya karena Allah

Berikut adalah uraiannya...
PErtama
BAQI adalah hal pertama yang kukenal saat menginjakkan kakiku di UPI. Yakni saat diselenggarakannya MOKAKU, stand pertama yang ku kunjungi tanpa sengaja adalah stand BAQI. Orang yang pertama kukenal sebagai seorang “Kakak” kudapat di BAQI. Keseriusan pertamaku dalam berorganisasi adalah di BAQI. Pertama kali dapat mengajarkan Al-Quran adalah di BAQI. Organisasi pertama yang terlama diikuti adalah BAQI. Bahkan organisasi pertama yang kegiatannya bersambung dari pagi sampai menjelang sore adalah BAQI. Alhamdulillah. Qodarullah, semua ini adalah takdir Allah.

LApang yang luas bagi sebaik-baik manusia
BAQI, semua manusia pilihan Allah berkumpul didalamnya. Mereka adalah manusia pilihan karena mendapat predikat sebaik-baik manusia. Sebagaimana dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Utsman bin Affan ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” Alhamdulillah, diri ini ditakdirkan dapat belajar dan mengajarkan Al-Quran bersama teman-teman yang insyaAllah jalannya selalu dalam bimbingan Allah. Aamiin. 
BAQI adalah suatu lapang yang luas untuk para pencari ilmu. Di BAQI semua pengurus mendapatkan fasilitas dalam mengkaji ilmu Al-Quran seperti tahsin, tahfidz, tafsir, bahasa arab, bahkan metode bagaimana cara mengajarkan Al-Quran pada anak-anak hingga dewasa pun ada. Dalam hal mengajarkan Al-Quran, di setiap semester pasti ada pasukan “Pejuang Suhada” alias Pejuang SabtU aHAd harus aDA. Alhamdulillah, weekend yang mana orang-orang sangat lalai dan malas pada hari itu, pengurus yang ada di BAQI justru membuat weekend menjadi lebih berarti. Berarti disini maksudnya adalah memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Allah dengan melakukan sebaik-baik kegiatan yakni menjadi pengajar bimbingan baca dan hafalan Al-Quran. Bahkan ada seorang teman yang mengatakan bahwa bimbingan BAQI adalah suatu rekreasi alias refreshing bagi dirinya ditengah-tengah kepenatan kuliah. MasyaAllah.

BUah dari kesabaran
BAQI, kesabaran adalah salah satu hal yang penting dalam mengerjakan sesuatu didalamnya. Semua hal itu berproses, seperti kita dahulu adalah bayi yang baru mampu merangkak, menelungkup, merondang, duduk, lalu berjalan tergopoh-gopoh kini berkembang menjadi dewasa yang mampu berlari. Begitupun dengan belajar dan mengerjakan sesuatu, semua itu butuh proses, yakni yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, yang tadinya bisa menjadi lebih bisa, dan sebagainya.
Alhamdulillah, seorang Kakak memberikan nasihat (dengan beberapa editan kata) bahwa “Saat kamu sudah terjun dalam sebuah organisasi, tujuan yang ingin kamu dapatkan adalah sebagian dari apa yang akan kamu dapatkan. Contohnya, tujuan yang ingin didapatkan dari BAQI yaitu supaya mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar, tapi ternyata setelah terjun langsung kamu akan mendapatkan sesuatu hal yang lebih dari tujuan itu seperti mengajarkan Al-Quran, mengetes bacaan Al-Quran, menjadi panitia kegiatan, dan sebagainya. Memang nanti akan muncul suatu titik jenuh yang mana kesabaranlah salah satu kuncinya.”
Alhamdulillah... Menjadi seorang ini dan itu, seringkali salah dalam mengerjakan sesuatu, ketidakmampuan dalam membagi tugas adalah pengalaman yang sangat indah bersama BAQI. Pelatihan kesabaran yang berulang-ulang bersama teman-teman seperjuangan di BAQI membuat kami menjadi ITANG dan ATANG alias Ikhwan TANGguh dan Akhawat TANGguh. Yakni ikhwan dan akhawat yang gak gampang cengeng dan menyerah dalam mengerjakan sesuatu. Karena apabila sudah terjun ke masyarakat, ujiannya akan lebih berat daripada ini.

Semua ini HANya karena Allah
BAQI, engkau ada karena Allah yang menghendaki. Aku bersamamu karena Allah yang menghendaki. Semua hal di dunia dan di langit tidak akan pernah terlepas dari kekuasaan Allah. Ya... inti dari semua ini adalah Allah. Allah yang sudah menakdirkan diri ini menjadi bagian darimu. Perasaan senang, sedih, suka, dan duka bersamamu adalah episode yang Allah berikan kepadaku dan pasti ada hikmah yang terkandung dibalik semua ini. Alhamdulillah...
 Cukup sekian sepenggal ceritaku bersama BAQI. Semoga ada manfaat dan hikmah yang dapat diambil dari tulisan ini. Aamiin.
Oiya, ada satu hal yang ingin ku sampaikan, hal ini berawal dari sharing yang penuh dengan makna yakni “Apabila segala sesuatu dikerjakan untuk organisasi yang diikutinya, niscaya akan membuat lelah para pengurusnya. Akan tetapi apabila segala sesuatu dikerjakan untuk Allah dan Rasul-Nya, niscaya akan membuat tenang para pengurusnya.” Alhamdulillah, semoga BAQI atau organisasi keislaman yang lain menjadi wadah para pengurus didalamnya untuk senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Mohon maaf apabila ada kata atau ketikan yang kurang berkenan. Setiap kebenaran yang terdapat dalam tulisan ini  adalah kebenaran dari Allah semata dan setiap kesalahan berasal dari sendiri dan syaithan, sedangkan Allah dan Rasul-Nya terbebas dari semua itu.
Wallahua'lam...

Penulis : Ummu Khadijah 
Penyunting : Huriyatul Jannah
Read more