Minggu, 30 April 2017

Serial Hujan (I Love the Smell of Rain)


Hujan, selalu jadi waktu terbaik. Bukan hanya mengenang yang pernah terjadi. Tapi juga mendoakan yang telah lalu dan yang akan datang.
dan DIA, selalu jadi tempat terbaik mengadukan semua keluh dan kesah dalam hidup, termasuk di waktu hujan.

adakah yang lebih tabah dari tanah basah yang terjatuhi hujan?
adakah yang lebih deras dari rintik air langit yang tertahan lalu menggenang?
siapakah yang tak pernah tidak memaki hujan namun tetap menerjangnya meski tahu akan basah?
siapakah yang pernah mencium aroma hujan lalu tidak tergoda untuk terus menyesapnya?
adakah yang pernah berpayungkan daun pisang saat hujan lalu tetap tidak bahagia meski basah?

ceritakan kepadaku, kisah hujan yang selalu menjelma kenangan setiap kali menyentuh rintiknya.
ceritakan kepadaku, beku kenangan yang dibawa hujan itu setiap kali menyebutkan ketabahannya.
kabarkan kepadaku, kuyup beku wajah itu saat basah oleh hujan setiap kali akan menemuiku
kabarkan kepadaku, perjalanan paling panjang saat terjebak hujan setiap kali pulang menujuku
Read more

Serial Aku dan BAQI #01



BAQI, TERNYATA ENGKAULAH PELABUHAN ITU ^_^



Bismillahirrahmanirrahiim
Laa haulaa wala quwwata illa billah
Alhamdulillahirabbil’alamin. Wa shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah. Wa ‘alaa aalihii waman waalah.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kehidupan yang tak terhitung jumlahnya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in, para tabi’ut tabi’in, dan kepada umatnya.
Alhamdulillah...
Tak terasa mata ini dijadikan mudah dalam memandang keindahan, tak terasa telinga ini dijadikan mudah dalam mendengar keindahan, tak terasa mulut ini dijadikan mudah dalam berbicara tentang keindahan. Tak terasa pula dimudahkan untuk memegang, melihat, mendengar, dan membaca keindahan Al-Quran, yakni surat cinta yang Allah berikan kepada umat manusia.
Alhamdulillah, Allah takdirkan diri ini berada dalam suatu unit kegiatan mahasiswa di kampus bumi siliwangi yang bergelut dalam bidang ke-Al-Quran-an. Namanya yaitu BAQI alias Belajar Al-Quran Intensif. InsyaAllah pada kesempatan kali ini aku akan bercerita tentang sepenggal pengalamanku bersama BAQI.
BAQI??? Ada apa dengan BAQI? Hal apa yang membuat spesial dari BAQI? Apakah ada sesuatu yang terjadi antara aku dan BAQI? Hmmm.... Alhamdulillah, mungkin butuh 1000 lembar jika harus menceritakan semua kebersamaanku dengan BAQI (hoho, maaf berlebihan). Ku persingkat mungkin cerita ini, semoga semua pembaca dapat mengambil hikmah dari tulisan ini dan semoga Allah meridhoi kita semua. Aamiin.
Cerita aku dan BAQI akan terangkum dalam kata “PELABUHAN”. Mengapa demikian? Udah lanjutin baca aja, gak pake tapi hehe... Nah, setiap suku kata dari kata “PELABUHAN” mempunyai singkatan tersendiri yakni:  
PE         = PErtama
LA         = LApang yang luas bagi sebaik-baik manusia
BU         = BUah dari kesabaran
HAN      = Semua ini HANya karena Allah

Berikut adalah uraiannya...
PErtama
BAQI adalah hal pertama yang kukenal saat menginjakkan kakiku di UPI. Yakni saat diselenggarakannya MOKAKU, stand pertama yang ku kunjungi tanpa sengaja adalah stand BAQI. Orang yang pertama kukenal sebagai seorang “Kakak” kudapat di BAQI. Keseriusan pertamaku dalam berorganisasi adalah di BAQI. Pertama kali dapat mengajarkan Al-Quran adalah di BAQI. Organisasi pertama yang terlama diikuti adalah BAQI. Bahkan organisasi pertama yang kegiatannya bersambung dari pagi sampai menjelang sore adalah BAQI. Alhamdulillah. Qodarullah, semua ini adalah takdir Allah.

LApang yang luas bagi sebaik-baik manusia
BAQI, semua manusia pilihan Allah berkumpul didalamnya. Mereka adalah manusia pilihan karena mendapat predikat sebaik-baik manusia. Sebagaimana dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Utsman bin Affan ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” Alhamdulillah, diri ini ditakdirkan dapat belajar dan mengajarkan Al-Quran bersama teman-teman yang insyaAllah jalannya selalu dalam bimbingan Allah. Aamiin. 
BAQI adalah suatu lapang yang luas untuk para pencari ilmu. Di BAQI semua pengurus mendapatkan fasilitas dalam mengkaji ilmu Al-Quran seperti tahsin, tahfidz, tafsir, bahasa arab, bahkan metode bagaimana cara mengajarkan Al-Quran pada anak-anak hingga dewasa pun ada. Dalam hal mengajarkan Al-Quran, di setiap semester pasti ada pasukan “Pejuang Suhada” alias Pejuang SabtU aHAd harus aDA. Alhamdulillah, weekend yang mana orang-orang sangat lalai dan malas pada hari itu, pengurus yang ada di BAQI justru membuat weekend menjadi lebih berarti. Berarti disini maksudnya adalah memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Allah dengan melakukan sebaik-baik kegiatan yakni menjadi pengajar bimbingan baca dan hafalan Al-Quran. Bahkan ada seorang teman yang mengatakan bahwa bimbingan BAQI adalah suatu rekreasi alias refreshing bagi dirinya ditengah-tengah kepenatan kuliah. MasyaAllah.

BUah dari kesabaran
BAQI, kesabaran adalah salah satu hal yang penting dalam mengerjakan sesuatu didalamnya. Semua hal itu berproses, seperti kita dahulu adalah bayi yang baru mampu merangkak, menelungkup, merondang, duduk, lalu berjalan tergopoh-gopoh kini berkembang menjadi dewasa yang mampu berlari. Begitupun dengan belajar dan mengerjakan sesuatu, semua itu butuh proses, yakni yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, yang tadinya bisa menjadi lebih bisa, dan sebagainya.
Alhamdulillah, seorang Kakak memberikan nasihat (dengan beberapa editan kata) bahwa “Saat kamu sudah terjun dalam sebuah organisasi, tujuan yang ingin kamu dapatkan adalah sebagian dari apa yang akan kamu dapatkan. Contohnya, tujuan yang ingin didapatkan dari BAQI yaitu supaya mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar, tapi ternyata setelah terjun langsung kamu akan mendapatkan sesuatu hal yang lebih dari tujuan itu seperti mengajarkan Al-Quran, mengetes bacaan Al-Quran, menjadi panitia kegiatan, dan sebagainya. Memang nanti akan muncul suatu titik jenuh yang mana kesabaranlah salah satu kuncinya.”
Alhamdulillah... Menjadi seorang ini dan itu, seringkali salah dalam mengerjakan sesuatu, ketidakmampuan dalam membagi tugas adalah pengalaman yang sangat indah bersama BAQI. Pelatihan kesabaran yang berulang-ulang bersama teman-teman seperjuangan di BAQI membuat kami menjadi ITANG dan ATANG alias Ikhwan TANGguh dan Akhawat TANGguh. Yakni ikhwan dan akhawat yang gak gampang cengeng dan menyerah dalam mengerjakan sesuatu. Karena apabila sudah terjun ke masyarakat, ujiannya akan lebih berat daripada ini.

Semua ini HANya karena Allah
BAQI, engkau ada karena Allah yang menghendaki. Aku bersamamu karena Allah yang menghendaki. Semua hal di dunia dan di langit tidak akan pernah terlepas dari kekuasaan Allah. Ya... inti dari semua ini adalah Allah. Allah yang sudah menakdirkan diri ini menjadi bagian darimu. Perasaan senang, sedih, suka, dan duka bersamamu adalah episode yang Allah berikan kepadaku dan pasti ada hikmah yang terkandung dibalik semua ini. Alhamdulillah...
 Cukup sekian sepenggal ceritaku bersama BAQI. Semoga ada manfaat dan hikmah yang dapat diambil dari tulisan ini. Aamiin.
Oiya, ada satu hal yang ingin ku sampaikan, hal ini berawal dari sharing yang penuh dengan makna yakni “Apabila segala sesuatu dikerjakan untuk organisasi yang diikutinya, niscaya akan membuat lelah para pengurusnya. Akan tetapi apabila segala sesuatu dikerjakan untuk Allah dan Rasul-Nya, niscaya akan membuat tenang para pengurusnya.” Alhamdulillah, semoga BAQI atau organisasi keislaman yang lain menjadi wadah para pengurus didalamnya untuk senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Mohon maaf apabila ada kata atau ketikan yang kurang berkenan. Setiap kebenaran yang terdapat dalam tulisan ini  adalah kebenaran dari Allah semata dan setiap kesalahan berasal dari sendiri dan syaithan, sedangkan Allah dan Rasul-Nya terbebas dari semua itu.
Wallahua'lam...

Penulis : Ummu Khadijah 
Penyunting : Huriyatul Jannah
Read more

Mentoring Klasikal Pengurus Sudah Part Ke-8? Serius?




Ini dia yang ditunggu-tunggu tiap hari sabtu siang jam satu !!!
Mentoring Pengurus Klasikal ini adalah program pembinaan dari Departemen Pelatihan dan Pengaderan Organisasi (DPPO). Yang memfasilitasi para pengurus untuk selalu meng-upgrade wawasan keilmuan alquran nya dengan mempelajari materi yang lebih dari biasanya. Maksudnya ini adalah fasilitas khusus untuk pengurus BAQI yang memang nantinya akan menjadi penerus estafet perjuangan dakwah quran ini. Bagaimana bisa mengajarkan alquran jika para pengajar ini tidak dibekali ilmu yang cukup bukan?
Mentoring ini sudah berjalan sampai kurang lebih 8 pertemuan dengan hari sabtu ini. 03 Sya’ban 1438H/ 29 April 2017. Terhitung dari tanggal 25 Februari lalu. Bersama pemateri dari akang-akang Alumni BAQI (Kang Muas dan Kang Suryadi).
Nah loh kok udah part 8 aja sih?? Hmm postingan dari part 1 nya mana??
Baiklah, in syaa Allah saya akan review dari pertemuan pertama sampai sekarang (sabtu ini). Bismillah.
*catatan : Penulis sendiri qoddarullah tidak bisa mengikuti kegiatan ini dari pertemuan pertama. Hanya baru 3x pertemuan terakhir ini saja. Karenanya mohon maaf jika terdapat keterbatasan dalam me-review materinya. Sependek pengetahuan penulis saja. Karena tulisan ini sifatnya me-muroja’ah materi.
Muqoddimah Penulis :
Para pembaca yang dirahmati Allah, alhamdulillah program Pembinaan untuk Pengurus BAQI semester ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Karena telah dipertemukan dengan salah satu matan tajwid quran. Mengingat apa yang kita pelajari tentang ilmu ke-alquran-an ini adalah satu hal yang sangat penting. Mengapa? Karena tidak semua orang diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjemput hidayahnya masing-masing.
Sebelum review, teman-teman sudah tahu belum tentang satu matan yang lagi hits diburu untuk dipelajari isi dan metode dalam belajar tahsin atau tajwid ini?? Yes ini dia nama kitabnya : matan Al-Jazariyah karya Syeikh Ibnu Al-Jazariy As-Syafi’i Rahimahullah.
Mengapa harus matan Jazariy? Tidak yang lain?
Karena Umat ini rindu sekali untuk belajar agama langsung kepada sumbernya, Alquran dan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Maka begitupun dalam mempelajari tajwid alquran. Belajar langsung dari sumbernya (berdalil). Bisa dibilang, matan ini berisi dalil-dalil untuk para pengajar quran dalam mengajarkan ilmunya. Dan matan Jazariy ini cukup mudah dipelajari dan cukup lengkap isinya mencakup semua hal yang menjadi tolak ukur untuk mempelajari tajwid alquran.
Sungguh malu ketika ditanya adik mentor : “kang, teh, kenapa bacaan idzhar itu harus jelas? Kenapa hurufnya hanya ada 6?” lalu sang kakak tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Karena ia pun hanya tahu dan pernah belajar “ya sudah begitu aturan dari sana nya.” Subhaanallah. Maka dengan segala keterbatasan ilmu itu, harusnya memacu semangat kita untuk terus belajar. Tidak cukup hanya bisa membaca alquran, lalu tahu hukum-hukum bacaannya. Tapi tidak tahu mengapa bisa dihukumi dan dibaca demikian?
Alhamdulillah, dengan hikmah Allah jugalah kita diperkenalkan dengan salah satu kitab dari sekian banyak kitab-kitab tajwid yang meghimpun pedoman ilmu-ilmu bacaan alquran. Yang in syaa Allah memudahkan kita untuk semakin dalam mengimani alquran ini. Ingat, bukan sekedar bisa baca quran, tapi sangat dianjurkan untuk tahu juga dalilnya. 

Bukankah janji-Nya nyata? Melalui lisan Nabi nya Allah ta’ala berfirman :

الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)
 
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Sebagaimana hadis Nabi tentang salah satu keutamaan membaca alquran :

Satu hurufnya Allah balas dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. 

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».


“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)


Baiklah itu tadi muqoddimah, sekarang kita mulai reviewnya..



#Part 1 ; Moqoddimah, apa itu matan Jazariy?

  • Jazariy merupakan nama kitab yang dinamai penulisnya = Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf Al-Jazariy As-Syafi’i.
  • Nama lain nya adalah Mandzumah (kitab pembuka)
  • Yang tercantum ada 109 bait, 17 Bab berikut muqoddimah dan penutupnya
  • Sebenarnya ada 107 bait, 2 laginya tambahan
  • Bagian muqoddimah memuat : urgensi kitab Jazariy yang merupakan kitab permulaan bagi para qori (yang mempelajari alquran), dan hukumnya wajib. Tujuannya untuk mengetahui mahraj dan sifat-sifat huruf
  • Bukan sekedar itu, tapi juga bertujuan agar menjaga lisan kita dari kesalahan membaca alquran, belajar menyambung dan memisah huruf, juga bisa membedakan mana hukum tajwid, waqof dan rasm.
  • Hukum mempraktekan ilmu tajwid = WAJIB ‘ain
  • Hukum mempelajarinya = WAJIB kifayah
  • Peletak dasar ilmu tajwid : Abu Aswad Ad-Duali

#Part 2 – 5 ; Bab Makharijul Huruf
 


 File matan lengkapnya klik  : disini


Makhārij ; adalah bentuk jamak dari makhraj yang berarti “tempat keluar”. Jadi makhārij berarti “tempat-tempat keluar”.
Al- Ḥurūf ; adalah bentuk jamak dari al-Ḥarf yang berarti “ujung sesuatu” atau secara istilah bermakna: suara yang keluar dari tempat keluar muḥaqqiq (tentu) atau muqaddar (tidak tentu).
مخارج الحروف = berarti tempat-tempat keluar huruf yang bisa membedakan dengan yang lainnya.

Pembagian makhraj :

  • Makhraj Umum :

  1. Al – Jauf 
  2. Al – Halq
  3. Al – Lisan
  4. As – Syafatan
  5. Al - Khaisyum
  • Makhraj Khusus : para ulama berbeda pendapat

 Selengkapnya download ppt dari Ustad Rendi klik  : disini

#Part 6 ; Bab Sifatul Huruf



  • Shifat : sesuatu yang melekat pada sesuatu ( maknawi / indrawi ) yang menjadikan ciri terhadapnya.
  • Shifatul huruf : shifat yang melekat pada huruf, yang dengan shifat itu dapat diketahui tatacara pengucapan suatu huruf.

#Part 7 ; Sifat-sifat huruf yang mempunyai lawan :



#Part 8 ; Sifat-sifat huruf yang tidak mempunyai lawan :



  1. Sifat Shofir (berdesis) = hurufnya ada ص - ز - س
  2. Sifat Qolqolah (memantul) = hurufnya ada ق - ط - ب - ج - د
  3. Sifat Layyin (lembut) = hurufnya ada ي - و sukun yang berharakat fathah huruf sebelumnya
  4. Sifat Inhirof (menyimpang) = hurufnya adalah ل
  5. Sifat Takrir(bergetarnya suara) = hurufnya adalah ر
  6. Sifat tafasyisy (menyebarnya nafas) = hurufnya adalah ش
  7. Sifat istitholah (memanjang) = hurufnya adalah ض

 Alhamdulillah, demikian yang dapat diposting untuk review singkat materi mentoring Jazariy kali ini. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan, karena rujukannya mengambil dari ppt dan pdf materi yang ada. Terima kasih sudah berkenan membaca. Tetap semangat dalam mempelajari dan mengajarkan Al-Quran.

Allahua'lam.
Baarakallahu fiikum. 

Ahad, 04 Sya'ban 1438 H


Read more