Rabu, 20 September 2017

Informasi Bimbingan Baca Quran (BBQ) Semester Ganjil 2017


Bismillah
[INFORMASI BBQ]
Teruntuk Mahasiswa UPI 2017 yang mengontrak matakuliah PAI di semester ganjil ini, perihal Kelompok BBQ dan informasi lengkap terkait bimbingan.
Read more

Senin, 04 September 2017

BFU – Kampung Quran 2017




Alhamdulillah, Jum’at – Ahad (25-27/07/2017) bertepatan pada tanggal 3–5  Dzulhijjah 1438 Hijrah, Unit Kegiatan Mahasiswa Belajar Al-Qur’an Intensif Universitas Pendidikan Indonesia (UKM BAQI UPI) telah melaksanakan program BAQI For Ummah Kampung Quran 2017 dengan tema “Mencetak Generasi Emas Berwawasan Alquran”. Acara ini sejenis dengan program Pengabdian Pada Masyarakat di himpunan pada umumnya, yang berbaur dan belajar hidup bermasyarakat secara langsung. Hanya berbeda dari sisi kontennya, yakni lebih terfokus pada kegiatan ke-alquran-an.
Penyelenggaraan BFU KAQU tahun ini kembali berlokasi di kampung yang sama dengan  tahun lalu, yaitu di Kampung Batu Loceng Rw. 09 dan RW 10 Desa Sunten Jaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Rangkaian acaranya tidak jauh berbeda pula dari tahun sebelumnya yaitu ada pesantren quran, perlombaan, bazar baju murah, tabligh akbar / tausiyah, kerja bakti bersama warga, makan besar bersama warga, dan penyerahan wakaf.
Kegiatan hari pertama yaitu diawali dengan pesantren quran ba’da ashar dan pembukaan bersama warga ba’da maghrib. Pesantren quran ini ditujukan bagi anak-anak. Yakni dalam pelaksanaannya, UKM BAQI mengajarkan alquran kepada anak-anak dengan sistem mentoring, satu mentor memegang dua/tiga anak. Anak-anaknya banyak sekali, mereka terlihat antusias dan senang.
Kemudian, agenda hari kedua cukup padat, yakni diisi dengan kerja bakti bersama warga, perlombaan, bazar baju murah, tausiyah, dan pesantren quran. Bazar baju murah dan perlombaan dilaksanakan berbarengan, yaitu ba’da dzuhur (sekitar pukul 13.00-15.00 WIB). Untuk perlombaan sendiri yaitu ada lomba menggambar untuk tingkat SD kelas 4-6, mewarnai tingkat TK dan SD kelas 1-3, susun ayat, pildacil dan tilawah al-quran. Perlombaan bertempat di Madrasah dan Masjid, sementara bazar bertempat di halaman Madrasah. Baik anak-anak yang mengikuti perlombaan maupun ibu-ibu yang mengunjungi stand bazar begitu antusias dan bersemangat. Hal tersebut tentu sungguh menghangatkan suasana. Adapun tausiyah dilaksanakan ba’da ashar. Pematerinya adalah Ustadz Didin Syamsuddin S.Pd., M.Pd.I. yang merupakan alumni Pendidikan Bahasa Arab UPI sekaligus pemateri kajian Studi Bahasa Arab di UKM BAQI. Adapun tema yang dibawakan pada tausiyah kali ini adalah “Pentingnya Belajar Al-Quran”. Ustadz Didin menghimbau kepada jama'ah agar membiasakan belajar alquran sebagai sebuah kebutuhan hidup. Karena alquran bisa menjadi syafa'at kelak di yaumil kiamat.
Adapun agenda hari terakhir, di hari ahad ada pengumuman juara lomba, penutupan acara, dan penyerahan wakaf secara simbolik. Barang-barang wakaf yang disalurkan yaitu berupa alquran dan iqro, buku-buku bacaan Islami, buku-buku pelajaran umum lainnya, uang hasil bazar, pakaian bazar yang tersisa, mukena, serta rak buku dan mukena. Wakaf tersebut didapatkan dari beberapa sponsor dan donatur yang telah bekerja sama dengan UKM BAQI UPI. 
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak (sponsor, donatur dan panitia beserta warga kampung Batu Loceng) karena atas kerjasama yang telah terjalin, Kampung Quran bisa terselenggara dengan baik, lancar dan tanpa kendala yang berarti. Alhamdulillah.
Elin Herawati, selaku salah satu anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) UKM BAQI UPI pada kegiatan tersebut menuturkan, “Tujuan diadakannya Kampung Quran itu sendiri adalah untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai mahasiswa, yaitu melaksanakan salah satu tri darma perguruan tinggi yakni Pengabdian. Namun bagi saya pribadi, Kampung Quran bukan hanya sekedar pengabdian yang dilaksanakan sebagai proker semata, lebih dari itu.. Kampung Quran memberikan kita gambaran kampung-kampung yang kita idamkan, tetangga yang kita idamkan, dan suasana Islami yang kita idamkan.  Urgensinya jelas penting sekali, bukan hanya untuk BAQI sendiri namun untuk banyak orang pula. Karena melalui KAQU ini, banyak orang yang tergerak untuk turut beramal serta menjadi fasilitator untuk saling menyalurkan dan saling berbagi kebahagiaan. Setidaknya, jika saat ini kita belum bisa memberi, belum bisa berbagi, maka jadilah orang yang menjadi jalan untuk menyalurkan kebaikan tersebut, misalnya menjadi jalan bagi oranglain berinfaq. Mudah-mudahan dengan sedikit langkah ini dapat membawa kemaslahatan bagi banyak orang.
Lutfi Abdul Aziz, sang ketua pelaksana mengaku bahwa kesannya selama berjuang menyukseskan acara tersebut yakni sangat merasa senang, karena mendapat sambutan yang baik dan ramah dari warga dan anak-anaknya. Ia menuturkan bahwa KAQU itu merupakan bentuk pengabdian pada masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan pada Al-Quran dan memberikan pengajaran akan pentingnya  berinteraksi dengan Al-Quran seperti mempelajari dan membacanya.
Kami belajar dan mengajarkan sedikit yang kami tahu untuk diamalkan, semoga menjadi ladang amal kelak di akhirat, dan semoga dapat menginspirasi, memotivasi untuk semakin bersemangat dan senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Aamiin. Lelahmu yang Lillah semoga berkah.
Berikut dokumentasi kegiatannya :
 #pesantren quran hari ke-1





#kerja bakti hari ke-2

#bazar dan lomba hari ke-2

suasana bazar


 
 

 suasana lomba





#tausiyah sore hari ke-2

Pemateri Tausiyah : Ustadz Didin Syamsuddin S.Pd. M.Pd.

 #pengumuman hadiah lomba sekaligus penyerahan wakaf hari-3

Penyerahan Wakaf 100 Alquran dan 100 Iqro dari Yayasan Askar Kauny

simbolis penyerahan wakaf
senyum ceria anak-anak pemenang hadiah lomba
*doorprise berupa tas anak untuk perempuan dari Vannila House

 #acara puncak ngaliwet bersama warga dan potret kepolosan bersama anak-anak


Suasana Perkampungan


#UKMBAQI
#GENERASIQURANI
#ALLAHUAKBAR

Selesai ditulis, Bandung 04 September 2017

Kontributor :
Dewi Sinta

Dokumentasi :
Pungki Lutfiyani, Habi Maulana Yusuf

Editor :
Huriyatul Jannah
Read more

Selasa, 08 Agustus 2017

BFU?? What is that??



بِسْمِ اللهِ ، الحَمْدُ للهِ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ


Apa kabar nih sobat GenQiers? Semoga selalu dalam lindungan الله jalla wa’ala. آمين . eh Sekarang bulan apa sih sob dalam kalender masehi? Bulan Agustus ya. Nah kalau dalam kalender hijriyah? Aaah bulan Dzulqo’dah ya, yang artinya bentar lagi hari raya idul adha. Eits tapi sekarang bukan mau bahas apa itu idul adha ya.. hehe

Tapi mau bahas bulan Agustus. Ada apa dengan bulan Agustus? Ada hari Kemerdekaan RI? No no no, not that. Emm terus apaan dong? Kasih tau sih..! haha anda penasaran? Saya juga. hehe

Okay-okay thats enough for the joke. Jadi gini nih sobat GenQiers, pada bulan Agustus ini biasanya ada program kerja UKM BAQI UPI yang tema nya semacam pengabdian pada masyarakat gitu. Nama programnya BFU. Apaan tuh? Bukan Badan Fusaha Umum ya. Tapi singkatan dari BAQI For Ummah. Tuh judulnya aja udah jelas kan? BAQI untuk masyarakat. Kurang lebih begitu terjemah bebasnya. Nah for your information nih sob, BFU ini udah ada dari tahun 2013 lalu. Tahun ini berarti tahun ke-5 ya? Wow it’s amazing you know? Jarang-jarang UKM keislaman punya program kece gini dan bertahan selama itu. Eh ini bukan sombong ya sob, tapi tanda rasa syukur. الحمد لله


Buat kamu-kamu-kamu yang masih bingung BFU ini ngapain aja, bisa cek berita pelaksanaan BFU tahun-tahun sebelumnya pada link ini :
untuk news Kampung Quran
untuk news Penataran

Sudah dicek belum link nya?? Alhamdulillah kalau sudah. Nah berikut ini ada testimoni atau curhatan atau kesan-pesan dari para pendahulu, eh senior dan alumni BAQI, katika ditanya : “BFU teh acara apa ya? Penting gitu? Minta pandangannya tentang BFU atau boleh share pengalaman terbaik ttg BFU yaa...” cek list out sob !

  • Dari hamba Allah
BFU itu adalah ajang up-greading untuk kami para pengurus BAQI yang mungkin sehari-harinya sudah disibukkan dengan bimbingan Syuhada. You know SyuHAda? Syabtu aHad hArus aDa. Eits ini bukan alay-alayan yah, tapi sebuah anekdot pemicu semangat kami. Hehe. Setelah berlelah Lillah dengan Syuhada, it’s time to out of range. Apa sih? Haha Jadi kan BFU ini memilih tempat/daerah perkampungan di luar kota Bandung. Eh ya selama ini gitu sih. Dulu pertama kali diadakan di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sekarang katanya mau di Lembang ya, dekat Maribaya? Nah itu juga Kab. Bandung Barat kan? Iya da apatuh kota mah udah sesak sama manusia kampungnya juga nggak se-asri doeloe ya hehe. Jadi disitulah ajang up-greading nya sob. Tapi insyaa Allah up-greading ala-ala BAQI mah berfaidah kok. Banyak ilmu dan pengalaman yang di dapatkan saat BFU. Pertama kali dekat dengan sahabat terbaik juga bermula dari BFU. Semakin erat dan lekat. Hihi.

  • Dari teh Anisha

Rame lah pokonya ikut bfu, bisa semakin memperat ukhuwah sesama anggota baqi, lebih akrab lebih dekat, terasa kekeluargaannya dan lebih merasa memiliki baqi. saya pribadi pertama punya perhatian lebih ke baqi semenjak ikut bfunya

  • Dari kang Adit

Moment dimana bisa belajar dan mengajarkan Al Quran bersama BAQI kepada  masyarakat. karena Hidup Sekali Berarti Lalu Mati.

kalo gak BFU kapan lagi ?

#PantangPulangSebelumGanteng

  • Dari kang Fikri

Pengalaman terbaik adalah ketika berkumpul dengan orang-orang Soleh untuk mengajarkan Al-Quran.

  • Dari kang Fariz

Pentingnya BFU itu, Tergantung kamu menganggapnya apa. Kalau kamu menganggapnya sebatas tanggungjwb, sebatas itulah kepentingannya. Jika lebih dr itu, maka sepenting itupula ia.


  • Dari Bang Fadlul

Sedikit pandangan terkait BFU dari saya, di BAQI itu adalah kumpulan orang-orang yang punya visi memperbaiki peradaban lewat pembelajaran dan pengajaran alquran. Karena hampir semua kegiatannya berkaitan dengan kitab suci tersebut. Nah, lalu kontribusi BAQI di kampus untuk memperbaiki episode akhir zaman ini apa? Dan kontribusi BAQI untuk mensyiarkan alquran di kalangan masyarakat luar kampus itu apa? Ya, BFU lah jawabannya... Sehingga dakwah bukan cuma di kampus, karena keadaan masyarakat mengajarkan lebih real tentang metode dakwah apa yang harusnya kita gunakan. Meski faktanya kegiatan BFU tetap diperuntukan bukan hanya untuk masyarakat luar kampus. Melainkan masyarakat kampus juga.
BFU ini jadi hajat-nya BAQI... Hajat buat berbagi pengamalan... Bukan hanya sebatas berbagi pengalaman. Makanya dia (BFU) diakan setahun sekali (harapannya biar bisa meriah dari acara-acara BAQI sebelumnya). Di kegiatan ini kita harus sadar dan mengerti bahwa BAQI bukan hanya *Aku, Kamu, dan Dia* tapi *KITA* maka jangan pernah berpikir, *"Apa yang sudah saya dapatkan di BAQI???...."* tapi berpikirlah *"DiKesempatan BAQI yang mana ya saya bisa memberikan kontribusi?....."* Mungkin itu sdikit penjelasan dari saya... maafkan manakala bahasanya sulit dimengerti....
Nah itu tadi sekilas mungkin tentang testimoni nya. well memang selama ini entah diriku aja sih yang merasa. persiapan menuju hari-H BFU itu selalu awesome banget. dag-dig-dug greget, gelisah, kayak nunggu jawaban si Dia *apasih*
yang pasti intinya, kami disini punya cita-cita yang gak sederhana. yaitu membumikan Alquran di Kampus UPI juga masyarakatnya. 

Mohon do'anya ya, oh iya bagi yang mau berinfaq untuk tabungan akhiratnya juga bisa sekalian, berikut informasinya bisa cek di gambar ya..
بارك الله فيكم


UKM BAQI, QI QI QI???
GENERASI QURANI, ALLAHUAKBAR !!!
Read more

Senin, 07 Agustus 2017

Serial Aku dan BAQI (Part 2)



AKU DAN BAQI
Prolog
______
Belajar Alquran Intensif (BAQI) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Beberapa bulan sebelum aku berkuliah di tempat ini aku sudah sempat mendengar namanya lewat jarkom kegiatan UKM tersebut dari seorang kakak tingkatku di sana, Kak Diana. Memasuki dunia perkuliahan, UKM yang menjadi incaran dan pastinya akan aku ikuti tentunya adalah Lembaga Dakwah Kampus Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa (LDK UKDM). Mengapa? Ya, karena aku berasal dari rohani Islam sewaktu SMA. BAQI itu UKM yang sama sekali tak pernah aku impikan dan dambakan sebelumnya. Padahal aku ini tipe orang yang lebih menyukai hal-hal yang menjadi targetanku terlebih dahulu sebelumnya. Namun entah mengapa, kini BAQI menjadi naunganku dalam mempelajari Alquran.
***
 Awal Perkenalan
______________
Hal unik yang ada di kampus UPI ini adalah bahwa setiap mahasiswanya itu harus bisa membaca Alquran. Khususnya bagi mereka yang mengontrak mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) diwajibkan untuk mengikuti tes baca Alquran dari BAQI. Ada berbagai kriteria dalam pengetesan ini dan jika tidak lulus maka harus mengikuti bimbingan baca Alquran yang diselenggarakan juga oleh BAQI.
Sebenarnya, aku bukanlah orang yang buta akan tahsin. Sejak SMA aku sudah berkenalan dengan makhluk yang bernama tahsin ini. Baik itu di sekolah bersama Pak Agus dan teman-teman di Ikatan Siswa-siswi Masjid Al-Mudarrisin (ISSMA) maupun bersama teman-teman di remaja masjid melalui kegiatan ta’limnya serta beberapa kegiatan mentoring. Sekitar tiga tahun aku mempelajari tahsin secara sedikit demi sedikit dari satu orang ke orang lainnya. 
Namun, tatkala seorang kakak kelasku di SMA yang kini satu kampusku menceritakan pengalamannya melalui tes baca Quran tersebut, seketika kekhawatiranku pun menjadi-jadi. 
“Susah banget buat lulusnya. Pokoknya harus diayun-ayun gitu.”  Ujar beliau. 
Dalam hati dengan pedenya aku percaya bahwa aku pasti bisa. Wajar kakak kelasku tersebut belum bisa lulus karena belum pernah belajar sebelumnya. Namun tidak denganku, karena aku telah terlebih dahulu belajar selama tiga tahun sehingga tidak mungkin jika tidak lulus. Tambah beliau pula, 
“Teteh juga udah bimbingan beberapa kali, terus tes, bimbingan lagi, tes lagi dan hasilnya maksimal TT. Susah banget buat dapet TM.”  

Wah, perasaan khwatir pun muncul setelah kakak kelasku mengucapkan hal tersebut. Terlebih kami sering satu angkot saat akan berangkat ke kampus sehingga perjalanan yang cukup panjang dan lama itu kami habiskan untuk membicarakan hal itu lagi.
Suatu hari di Masjid Al-Furqan UPI. Ku lihat papan pengumuman di lantai satu yang bertuliskan “DIKLAT TESTER @LANTAI 3” Tertanda UKM BAQI UPI. Maka, kala itu aku yang sedang penasaran dengan kemampuan membaca Alquran ku pun segera menyambangi lokasi tersebut. Dengan polosnya ku langkahkan kaki menuju lantai tiga masjid kampus yang cukup besar ini. Semakin dekat dan dekat, hatiku pun semakin dag-dig-dug. Bismillah, aku pun memberanikan diri mendekati hijab berwarna hijau tersebut. Tak ku sangka, kedatanganku disambut baik oleh teteh-teteh yang berada di sana. Lalu, ku jelaskan maksud kedatanganku ke tempat tersebut. 
 Teh, maaf di sini bisa belajar tahsin? Ini buat umum?” tanyaku, karena jujur saja aku kira saat itu sedang belajar tahsin, namun ternyata, 
“oh, maaf bukan. Ini diklat tester. Buat pengurus aja.” Jawab salah seorang teteh. 
Aku pun kecewa. Ternyata kegiatan tersebut adalah persiapan bagi mereka yang akan mengetes kemampuan membaca Alquran mahasiswa baru yang mengontrak mata kuliah PAI. Agar kedatanganku di tempat tersebut tidak sia-sia, maka aku pun memberanikan diri kembali untuk meminta teteh tersebut untuk mengetes kemampuan membaca Alquran ku. Setelah beberapa ayat ku baca, ternyata hasilnya TD. Bisa saja TT namun sedikit lagi. Seketika aku pun terkejut dan merasakan kekecewaan. Pikirku, aku telah belajar tahsin selama tiga tahun, lalu apa efek atau hasilnya?
Setelah itu, aku pun berkenalan dengan teteh tersebut. Nama beliau akrab disapa Mba Yus dan Teh Fina yang ternyata kakak kelasku di Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI). Kemudian, Teh Fina pun mengajakku untuk bergabung dengan BAQI. Lalu, jawabanku apa? Hanya senyum-senyum saja. Itu pun senyum yang tidak menjanjikan dan tidak ada harapan. Ya, lagi-lagi karena BAQI bukan organisasi yang aku impikan.
***
Sebuah Keputusan
_________________
Akhirnya, aku putuskan juga untuk mendaftarkan diri di UKM BAQI UPI. Dan tahukah kamu? Saat interview tiba. Aku diwawancarai oleh Teh Eca. Pertanyaan umum yang beliau tanyakan,  
“Apa motivasi untuk ikut BAQI?” 
Aku jawab, “Karena ingin lulus tes BAQI.” Ya, itulah motivasi awalku untuk memasuki UKM tersebut. Dan alhamdulillah, motivasi itu pun tercapai. Saat tes baca Quran, alhamdulillah hasilnya TM. Aku pun sempat tak percaya, namun aku yakin ini karena usaha yang telah aku tempuh pula. Setelah aku mendaftarkan diri di BAQI, lalu aku pun mengikuti Pembinaan Mahasiswa Qurani (PMQ) 3 di Cikole. Dan tak lupa, seminggu sebelum pengetesan dengan penuh semangat dan antusias aku pun melakukan ritual yang takkan pernah terlupa, yakni talaqqi. Yakni menyimakkan bacaan Alquran kepada yang lebih berilmu agar dikoreksi atau diperbaiki. Baik itu kepada teman sekelasku yang ikut BAQI juga yakni Teh Ica, maupun teteh-teteh pengurus BAQI seperti Teh Dini, Teh Eca, dan teteh lainnya. Sehingga saat pengetesan pun aku tidak merasakan gugup sama sekali, semua terasa seperti talaqqi biasa saja. Alhamdulillah.
*** 

Read more